Automatic translation of this blog page: Terjemahan otomatis hal blog ini

Jumat, 28 Agustus 2015

Percakapan Pasambahan Menjemput Penganten Pria dalam Bahasa Minangkabau

(Sebuah hasil Penelitian)
Oleh Abdulrahman
Diedit lagi oleh Nasbahry Couto 29-08-15



Foto mengantarkan pengantin pria ke pihak pengantin wanita, setelah acara Pidato Pasambahan Penjemputan, lokasi Kurao, Kel. Gng.Sarik. Kec. Kuranji. Padang (foto Nasbahry C, 2007)

A. Pendahuluan  

Analisis percakapan sebagai ancangan analisis wacana makin berkembang dengan penerapan yang makin luas. Pada tulisan ini analisis percakapan diterapkan untuk menganalisis dialog pasambahan dalam bahasa Minangkabau.

Kajian analisis percakapan telah berkembang sejak tahun 1970-an yang dapat dirujuk pada penelitian Schegloff (1972). Ia menyatakan bahwa percakapan merupakan bentuk pelaksanaan kaidah percakapan berangkai yang lebih dalam seperti makna aturan sosial dengan berbagai tipe nosi peran sosial. Selanjutnya Sinclair & Coultarrd (1975) juga melaporkan bahwa analisis percakapan di ruang kelas tidak setara (unequal) karena dominasi yang dimiliki partisipan (guru-murid) secara soial tidak setara.   Sampai sekarang analisis percakapan  tambah menarik bagi para peneliti karena yang mereka teliti tidak hanya terbatas pada aspek yang berkaitan dengan struktur linguistik percakapan tetapi  juga berkembang pada aspek yang berkaitan dengan aturan sosial. Yang terakhir ini tentu tidak terlepas dari sumbangan etnometodologi yang didasari oleh ilmu sosiologi (Schiffrin, 1994).

Laman yang Sering Dikunjungi

Industri Kreatif

Loading...

Budaya Takbenda

Loading...

Wacana Herbal

Loading...